Mlaten Update
Berita Terbaru
Tampilkan postingan dengan label Potensi Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Potensi Desa. Tampilkan semua postingan

PEMANFAATAN BENGAWAN SOLO ( KERAMBA IKAN)

seorang anggota petani ikan koziwara sedang memberi pakan ikan.
Bila dikelola dengan benar, sungai Pulau Banyak memiliki potensi yang luar biasa dan bisa menghasilkan uang dalam jumlah besar. Peluang yang sangat baik ini membuat lapangan pekerjaan bagi warga setempat juga.
“Sungai Pulau Banyak memiliki potensi fisik alam dengan kondisi aliran air secara pasang surut. Sungai itu memiliki kondisi surut pinggir sedalam 3 meter dan pasang dengan kedalaman 10 meter dengan kelebaran sungai berkisar 50- 60 meter,” jelas ketua kelompok ikan KOZIWARA.
Saat ini, keramba jaring apung (KJA) yang dikelola warga desa mlaten menjadi pusat percontohan bagi desa-desa lainya khususnya di daerah sekitar desa Mlaten sendiri.
Rasa ikan yang di besarkan di keramba tidak berbau lumpur atau tanah. Sebab, keramba tersebut jauh menyentuh ke dasar tanah serta airnya juga berganti.

pembuatan batu bata merah di desa mlaten

berkecimpung dengan tanah liat sudah biasa bagi kang dir, biasa orang-orang memanggilnya
(06/10/2015) Biasa orang- orang memanggilnya Kang Dir, Bagi lelaki 49 tahun ini, bekerja menjadi tukang pembuat bata merah sudah dilakoninya hampir sepuluh tahun lamanya. Dalam sehari jika cuaca sedang cerah ia bisa membuat rata-rata lima ratus sampai enam ratus biji dengan upah perbijinya tujuh puluh rupiah.
“Ya lumayan mas bisa buat ngasih makan anak istri,” ucapnya seraya tangannya terus mengaduk-aduk tanah.
Menurutnya, tanah merah yang dipakai untuk membuat bata sengaja di ambil dari salah satu tanah milik warga karena tanahnya yang bagus,  juga dikenal halusnya jadi jika dicampur dengan ladu dan sekam akan menghasilkan batu bata yang tidak mudah pecah.
Pembuatan bata di daerah Mlaten rata-rata memang menggunakan cara manual tidak menggunakan mesin cetak ataupun mesin penggiling tanah, untuk mengaduk tanah yang akan dijadikan batu bata yaitu dengan menggunakan cangkul.
“Disini hampir semua perajin memang menggunakan cara manual, tapi untuk kualitasnya ya tidak kalah-kalah banget sama yang dicetak menggunakan mesin,” tuturnya.//mfd

Pemanfaatan Pekarangan Balai Desa


Lahan pekarangan  merupakan areal yang potensial untuk pengembangan tanaman ,baik sayuran, buah-buahan, maupun tanaman obat keluarga (TOGA). Selain menjadi sumber pemenuhan gizi keluarga, pemanfaatan pekarangan juga dapat menjadi alternatif pengembangan kegiatan ekonomi produktif dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. 

Kenyataan yang ada menunjukkan bahwa luasan lahan pekarangan di Desa Mlaten mengisyaratkan masih terbukanya peluang dalam optimalisasi potensi lahan pekarangan dengan penanaman berbagai jenis tanaman hortikultura sebagai penunjang kebutuhan nutrisi dan kesehatan masyarakat. 

Selain berperan sebagai penunjang kebutuhan nutrisi dan kesehatan masyarakat, jenis tanaman seperti sayuran dan TOGA tidak membutuhkan areal yang luas dalam penanamannya serta perawatannya cukup mudah, sehingga sangat sesuai untuk dikembangkan di lahan pekarangan. 

Upaya ini akan berlangsung efektif jika dilaksanakan secara intensif dan berkelanjutan. Oleh karenanya perlu melibatkan peran serta aktif masyarakat, khususnya kaum wanita sebagai elemen penting pelaku pembangunan. Didasari oleh hal tersebut Tim Penggerak PKK  memanfaatkan lahan pekarangan di dekat balai desa.

SERANGAN HAMA BURUNG EMPRIT DI DESA MLATEN

MLATEN- Serangan ribuan ekor burung emprit dikeluhkan petani di desa mlaten kecamatan kalitidu kabupaten bojonegoro. Masalahnya populasi burung emprit yang menyerang tanaman padi petani yang telah berbuah mencapai ratusan ekor.

"Setiap kali datang burungnya mencapai ratusan ekor. Burung emprit itu datang secara bersamaan ke tanaman padi yang mulai berbuah"' ungkap Mujayanah (50) salah satu petani Desa Mlaten, Kamis (9/11/2014).
Untuk menakuti burung pemangsa bulir padi itu para petani membuat rangkaian tali rafia panjang yang diberi plastik. Saat salah satu tali ditarik, maka akan membuat rangkaian tali rafia yang diberi plastik ikut bergoyang-goyang.
Kondisi itu membuat takut ribuan burung emprit sehingga banyak yang pergi. Namun burung itu perginya tidak jauh ke sawah petani yang ada di sekitarnya.(mfd)

Kelompok Tani Usaha Tambak Ikan KOZIWARA Di Desa Mlaten Terus Meningkat

Salah satu Potensi unggulan dari desa Mlaten Kecamatan Kalitidu yaitu tambak ikan KOZIWARA yang sungguh menjanjikan. Hal terbukti dari lahan tambak ikan tersebut sudah di kelolah hingga mencapai 100%.

Para Kelompok pengelola tambak mulai dibentuk sejak 13 Agustus 2013 dengan beranggotakan 13 orang dengan niat yang tulus di miliki Bapak-bapak dari desa Mlaten yang sungguh rajin dan ulet sehingga tambak yang dulunya tanah gersang dan tak dikelola dapat dipergunakan sehingga terbetuk kolam yang dijadikan tempat pemeliharaan ikan, dengan ukuran kolam kira2 seluas 50m2

Komitmen pengembangan perluasan tambak ini terbukti dengan mendapatkan bantuan lokal dari APBDES (Anggaran Pendappatan Belanja Desa), sedangkan bantuan bibitnya dari Swadaya. Dengan bantuan modal dari desa segala ruang yang mau dikembangkan dapat dilakukan.

Ketika di temui tim KIM Melati Mlaten, Anwar salah satu Pengelola kelompok tambak ikan KOZIWARA berpendapat bahwa masih banyak dana yang dibutuhkan untuk pengelolaan tambak ikan ini.

Beliau memiliki komitmen yang sangat birlian agar kelompok tambak pada bulan selanjutnya nanti sebagian ikan-ikan sudah bisa dipasarkan untuk menambah khas kelompok.

sebagian ikan juga di manfaatkan oleh parakelompok untuk di konsums, selama beberapa bulan ini mereka sudah dapat menikmati hasilnya.(ratna/KMM)
 
Copyright © 2013. KIM MELATI DESA MLATEN - All Rights Reserved
Kelompok Informasi Masyarakat